cursor

clook

Kamis, 21 Juli 2011

pantun alam


PANTUN ALAM RAYA



Gali tanah membuat parit
Parit sawah jangan ditimbuni
Lihat ke atas ada langit
Lihat ke bawah ada bumi
Melihat awan berjalan jalan
Lihat bintang berseri-seri
Malam hari ada rembulan
Siang hari ada matahari
Habis malam datang siang
Habis siang datanglah malam
Alangkah indah pendaran bintang
Cahya berkilau menghiasi alam
Pagi hari pergi berjalan
Berjalan kaki banyak sehatnya
Sungguh adil sinar rembulan
Seluruh bumi dapat sinarnya
Banyak sehatnya berjalan kaki
Jalan kencang atur pernafasan
Alangkah penting sinar mentari
Sangat berguna untuk kehidupan
Ada daratan ada lautan
Laut dalam tenang airnya
Hidup tak perlu ketakutan
Sumber daya tiada habisnya
Malam hari udara dingin
Pergi berlayar ke laut luas
Udara bergerak bernama angin
Udara bersih untuk bernafas
Musim hujan tumbuh cendawan
Cendawan tumbuh setiap hari
Sangat berguna awan gemawan
Agar insan tak terbakar matahari
Pergi ke laut mencari ikan
Ikan dijemur sampai kering
Laut kaya sumber makanan
Asalkan kita rajin menjaring
Pergi ke sawah mencari belut
Belut dijual ke pasar raya
Alangkah berguna rumput laut
Membut tubuh sehat sempurna
Tebarkan jala di laut senja
Melaut jangan isap tembakau
Ikan tongkol tebal dagingnya
Enak dimasak dengan tauco
Pergi ke Tegal naik sekuter
Singgah sebentar di Cirebon
Udang besar disebut lobster
Udang kecil disebut rebon
Beli sayur di pasar lama
Beli bantal di pasar kota
Ikan layur gepeng tubuhnya
Ikan bawal tebal daginya
Pukul kendang pukullah bonang
Pertanda orang sedang berpesta
Alanglah sedap ikan baronang
Dibakar kering pakai mentega
Pergi ke toko membeli lampu
Tali kuningan tiada berkarat
Alangkah nikmat ikan kerapu
Digoreng enak dibakar lezat
Kita jaga terumbu karang
Tempat bermukim banyak ikan
Ingin sehat makanlah kerang
Jadikan badan penuh kekuatan
Makan nasi jangan berdiri
Makan roti jangan berlari
Sungguh lezat ikan tenggiri
Banyak daging sedikit duri
Buah nanas jangan diciumi
Durinya gatal bila mengena
Makan siang berlauk cumi
Nasi sebakul habis semua
Sakit gigi jangan cemberut
Jika cemberut bibir terlipat
Ikan kalengan ikan laut
Dimasak lagi bertambah lezat
Kuda lari sakit dilecut
Kuda duduk jangan dipanjat
Jika orang tinggal dilaut
Sama juga hidup di darat
Carilah hiburan ke Kahuripan
Danau alam panas airnya
Laut bukan penghalang kehidupan
Tapi jalan penghubung senegara
Ke Madura melihat karapan
Coba lihat pacuan sapi jantan
Lautan luas bukanlah beban
Sumber harta tiada bandingan
Jangan pandang pusat matahari
Pandanglah bulan saat purnama
Bangsa kita bangsa bahari
Di lautan kita pasti berjaya
Nenek moyangku bangsa pelaut
Berlayar jauh hingga Madagaskar
Menerjang badai tiada takut
Menyerang alun terus berlayar
Naik kuda duduk di pelana
Kudanhya tinggi gagah bergaya
Tanpa lautan kita merana
Tanpa lautan tiada berdaya
Emas mulia tiada berkarat
Emas murni sangat berharga
Jagan pisahkan laut dan darat
Darat dan laut bagai jiwa-raga
Tempuh hidup dengan semangat
Semangat juang tiada akhir
Tanpa lautan kita sekarat
Bagaikan ikan kehilangan air
Ke pasar beli buah mempelam
Buah asam janganlah dimakan
Jagalah laut siang dan malam
Banyak perompak mencuri ikan
Kaum nelayan pencari ikan
Ikan dijual dekat pelabuhan
Orang  pesisir perlu perhatian
Agar nasib ada perbaikan
Mencari ikan dengan perahu
Perahu kecil lancar berlayar
Lauk makan tempe dan tahu
Ikannya habis ditukar solar
Lautan luas tak kenal sekat
Melaut pagi senja merapat
Pinjam uang ke lintah darat
Bikin nasib makin melarat
Udang segar enak dibikin terasi
Terasi asli bikinan Brebes
Nelayan baik masuk koperasi
Agar nasib tak lagi apes
Sambal terasi penikmat makan
Makan siang putihlah nasinya
Jika makmur kehidupan nelayan
Sejahtera pula hidup bangsanya
Manis rasa mangga Manalagi
Dikirim dari Pulau Kayangan
Ada buruh ada rakyat petani
Rakyat nelayan jangan dilupakan
Bermain air tentulah basah
Bermain api bisa kenbakaran
Petani tiada terpisah dari tanah
Nelayan tak terpisah dari lautan
Andaikan ada orang dirindukan
Tentulah kawan baik tersayang
Jika pantai bebas pencemaran
Tangkapan ikan takkan berkurang
Berlayar jangan hilang arah
Jaga haluan jangan tersesat
Harga ikan pastilah murah
Khasiat ikan pastilah sehat
Masak kentang diberi udang
Udang digoreng minyak nabati
Hendak sehat jangan kepalang
Hasil laut layak dinikmati
Daging hewan jangan dimakan
Hindarkan penyakit asam urat
Lebih baik memakan ikan
Harga rendah badan pun sehat
Baca puisi di ujung dermaga
Teriring nyanyian burung camar
Ekonomi bangsa akan terjaga
Jika nelayan mampu berlayar
Petani terus hasilkan padi
Nelayan terus hasilkan ikan
Akan makmur bangsaku ini
Semua warga berpenghasilan
Dari kampung ke perantauan
Rantau jauh tak terbayangkan
Jangan hanya menggali daratan
Galilah juga kekayaan lautan
Jangan menganakemaskan daratan
Jangan menganaktirikan lautan
Laut dan daratan ciptaan Tuhan
Agar ummat  raih kemakmuran
Memasak sayur memakai sawi
Agar sedap diberi udang kering
Agar negeri makmur lohjinawi
Nelayan dan petani teramat penting
Jangan abaikan kaum wirausaha
Kaum pencipta lapangan kerja
Untuk makmur ekonomi bangsa
Laut dan darat sama pentingnya

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More